(Catatan: Artikel ini diangkat dari chatting di grup WA Wali Kelas: CFC Vision School). 

Jati-Putih(Komen ke-1 di Grup WA Wali Kelas):

Iseng2 …..

Mohon izin sy share chattingan sy dg seorg prospek baru.

Org ini tidak sy kenal sebelumnya.

Tapi teman sy satu alumni saat Aliyah kasih nomor WA sy ke beliau.

2 minggu lalu sudah hubungi sy. Lalu beliau izin dulu mau nikah tgl. 21 kemarin.

Dan sejak kemarin (tgl 25 Februari), kami mulai kontak2 lagi obrolin bisnis.

Beliau tertarik karena Program Pelatihan Bisnisnya.

Ini tulisan balasan sy terakhir (terbaru).

Mohon maaf kalau ada info yg “tidak nyambung” dg bisnis NP.

Mohon maaf juga kalau ada hal2 yg terlalu pribadi dan kurang berkenan.

Semua sy maksudkan sebagai motivasi dan harapan ketika kita membangun bisnis jaringan.

Sekali lagi …..

Tidak ada maksud pamer. 🙏🙏🙏

——————————————————— 

(Komen ke-2 di Grup WA Wali Kelas, yang merupakan copas dari komen japri sy ke Mas In***):

Mathurnuwun Mas In*** atas respon dan semangatnya njenengan.

Ngapunten jika ini semua sy ceritakan ke njenengan.

Karena sy lihat njenengan masih sangat muda usianya.

Pengantin baru lagi ……

He he he …… 😁😁😁

(Maaf jika mengganggu bulan madu njenengan ya Mas …… 😂😂😂).

Njenengan masih punya langkah panjang. Masih punya banyak kesempatan. Sehingga apa yg sy alami bisa jadi pelajaran buat njenengan untuk lebih baik dari saya.

Aamiin3x.

Memang, tahun 2008 yg lalu sy alhamdulillaah bisa membeli 8 hektar tanah di Jonggol Mas ……

100% hasil dari bisnis jaringan sebuah perusahaan lokal yg saat ini sudah almarhum. 😁😁😁 

Sy dibimbing sama upline yg sekarang juga upline sy di NP: Pak H. Sugiyanto.

Tahun 2009 tanah itu sy tanami tanaman keras, juga beberapa jenis buah2an.

Sy tambah lagi dg tanah sewa 2 hektar utk tanaman Jabon yg saat itu sedang populer di Majalah Trubus.

Total tanaman saat itu sekitar 10 ribu pohon. Memang terlalu rapat (padat). Karena belum banyak ilmu pertanian yg sy miliki.

Tidak sukses semua sih Mas In*** ……

Lumayan juga jumlah tanaman yang mati. 😭

Tapi tetap saja sisanya jauh lebih banyak. Itu yg kami syukuri karena bisa dipanen saat ini. 😄😄😄

Begitu juga di kehidupan kita saat ini Mas …..

Termasuk juga saat kita membangun jaringan bisnis (bisnis jaringan).

Kita semai ……

Kita tanam di lahan yg sudah kita siapkan. Dan kita pupuk.

Mulai tumbuh.

Juga mulai penyakit serta hama berdatangan.

Beberapa tanaman layu dan mati sebelum berkembang.

Kita tanam ulang lagi.

Pengalaman yg lalu cukup jadi pelajaran dalam mengatasi hama.

Hama dan penyakit tetap datang juga.

Tetapi kita tetap bertahan sebagai petani yg setia menanam dan merawat tanaman.

Tentu merawat sisa2 nya saja.

Dan sisa2 itulah yg kelak akan kita panen hasilnya.

(Saat ini sy mau memanen sisa2 tanaman yg sy tanam sekitar 8 tahun yg lalu).

Mathurnuwun Mas In***  telah mau baca tulisan saya ……

(Maaf nulisnya sambil jalan. Ini gantian nyetir sama kakak). 😆😆😆 

——————————————————— 

(Komen ke-3 di Grup WA Wali Kelas, yang merupakan penjelasan tambahan di grup Wali Kelas berkaitan dengan komen sebelumnya (Komen ke-2)):

Tanam-KedelaiMohon maaf jika isinya (share di atas) tidak seheboh iklannya …… 

Maaf buat semua kawan2 yg telah setia menunggu ya ……

Kalau boleh sy garisbawahi, ada beberapa hal pokok:

1). Bahwa bisnis jaringan itu menghasilkan uang banyak. Bahkan sangat banyak.

Dari uang itu kita bisa alokasikan ke hal2 yg bermanfaat di masa depan. Tentu setelah alokasi buat amal.

Sy sempat nanya harga tanah saat ini di lokasi yg sy beli.

Ternyata harganya sudah naik 7 sampai 10 kali lipatnya harga saat sy beli.

Yg ingin sy sampaikan bahwa ……

Uang dari hasil bisnis NP kita kelak bisa buat beli apa saja yg “hari ini belum bisa kita beli”.

Bahkan bisa buat beli pulau di Kepulauan Seribu kelak …..

Intinya ……

Carilah yang berkah.

images-22). Bisnis jaringan itu ibarat seorg petani yg sedang bercocok tanam. Seandainya tanaman kena hama, jangan kemudian berhenti jadi petani.

Teruslah bercocok tanam. Pasti ada yg tersisa di sela2 tanaman yg diserang “hama” yang kejam.

Petani itu hebat. 

Tidak pernah berhenti menanam. 

Tidak pernah kapok menanam.

Padahal sering kecewa karena tidak panen sama sekali.

Tapi tetap menanam saja dan terus menanam lagi. 

3). Mari kita bersyukur ……

Sudah berada di bisnis yang jelas.

Tinggal kita rajin menanam saja.

Jika tanaman mati …..

Kita tanam lagi !

Mati lagi …..

Tanam kembali !!!

(Sumber: Artikel Group WA Wali Kelas CFC Vision School, oleh: Mahmudin Nachrowi, tgl. 26-02-2017).